Manusia dan kehidupan
AKU MANUSIA DIA KAMU
Ketika aku termenung dan diam di
balik sebuah gubuk kecil yg penuh dengan debu yg berhembus melalui
jendela mataku memandang sebuah kaca retak yang ada di samping
kamarku dan aku melihat bahwa ada seorang anak di kaca itu. Mengikuti apa yang
aku lakukan. sunyi serasa tiba-tiba hati ini merasa kesal dan rasanya ingin
berteriak siapakah kamu? siaaapaaa kamuuu tak ada suara yg menjawab, aku
memegang hidung ku dan bertanya kepada diriku “kenapa aku adalah ian? kenpa aku
disini? Dan siapa aku??”
Banyak yang berpikiran bahwa Hidup
adalah anugrah, hidup adalah kebahagian. Apakah itu benar. sama sekali tidak.
kebahagian dan anugrah adalah ketika kita tak hidup di sebuah dunia yang tak jelas
dan saling berlawanan baik=jahat, pintar=bodoh dan semuanya termasuk Cinta, yang
berada di puncak tertinggi di dalam sebuah kehidupan. Sebab cinta membuat kita
mengerti makna kata iklahs sekligus makna rasa penyesalan dan menyakiti. karana
rindu kita saling membohongi dunia yang penuh dengan kontradiksi
adalah dunia kita. yang berbeda jauh dengan kampung halaman kita.
Kampung halaman adalah sebuah tempat yang indah tanpa ada
perlawanan terhadap setiap objek, tak lagi perlu mengunakan akal sebagai sarana
berpikir karna kita sudah termanjakan oleh semuanya yang ada sehingga kita tak
perlu susah-susah lagi. Ini lah dunia sempurna dunia tanpa ada rasa sesal.
dunia yang bermula dari perkumpulan dua unsur yang berbeda dan menyatu
bagaikan beberapa puzzle yang menyatu menjadi satu puzzle.
Sangat bahagia rasa nya berada di
kampung halaman hanya menikamati bermain bersenang senang sepanjang hidup tanpa
adanya waktu aturan moral, benar salah dan perbedaan.
Yang ada hanya pintu yang
bertebaran begitu banyak yang melekat pada dinding-dinding abstraksi dengan
kuncinya bergelantung. Pintu selalu memanggil dan memohan agar kita kesana. Walau
dua tak tau siapa yang dia panggil.
Pada suatu ketika tak tau munculnya
dari mana rasa ingin tau yang membawa perasaan akan penasaran walau dia ta
punya akal tapi dia punya rasa pensaran dan oleh karna itu dia mencoba membuka
pintu dengan mengunakan kunci bergelantungan dan mencoba masuk kedalam pintu.
Ketika langkah kaki bergerak 30 CM
ke depan dia terjatuh pada sebuah tempat yang gelap yang penuh dengan kejujuran
akan rasa nikmat dan kasih saying sesorang yang dia tak ketahui siapa orangnya.
Yang dia sadar bahwa dia terjatuh pada dunia yang berbeda.
Selama kurang lebih Sembilan bulan perjalanan
nya menuju dunia yang ta jelas di mulai. lamanya perjalanan membuat dia agak
lupa akan kebahagian kampung halaman. sehingga ketika perjlananan kurang lebih
Sembilan bulan membuat perubahan pada tektur wajah yang di ta pilih begitu saja
terjadi. wajah dia pun berubah yang pada awlanya di tak tau apa itu wajah apa
itu bentuk wajah tanpa di sadari dia berubah sendiri. Rasanya sangat nyaman dan
indah, rasa yang mengalir dari sebuah tali yang mengikat di dalam perjalanan,
rasa kasih sayang begitu kuat terasa yang berbeda dengan kampung halaman tapi
begitu cepatnya rasannya dan akhirnya hilang pada waktu yang di tunggu-tunggu
ketika sembilan bulan berlalu..
mulai merasakan hawa yang berbeda. merasakan
ada sesuatu yang menunggunya. Rasanya ada yang aneh tapi tak tau apa yang aneh.
Ketika ta mencoba bernafas dia tak mampu dengan baik, sebab nafas yang pertama
dia rasakan ta seperti nafas yang di pernah rasakan tapi tak tau di rasakan di
mana nafas memiliki rasa akan kesombongan kedengkian kemunafikan kejujuran dan perjuangan
yang menusuk tanpa dia sadari ada air mata yg keluar secara tiba-tiba rasa menyesal
akhirnya muncul.
karna sebelumnya dia ta tau apa itu rasa. rasa
menyesal dan rasa yang lain dan dia tak tau bagaimna cara menyampaikan rasa
menyesal hanya saja tiba-tiba mata ini mengeluarkan air mata suara ini
menghantam keluar menabrak setiap dinding-dinding. Dia tersadari seiring dengan
waktu yag berlalu di temani ruang yang mengajarkan tentang logos. Yang kelakk
membuat dia sadar bahwa ternyata pintu yang aku pilih dan masukin adalah pimtu
penghubung ke dunia lain yang tercipta oleh dua orang. yang mana kuncinya
terbentuk dari dua kalimat, kalimat yang tersusun atas keyakinan dan
kepercayaan yang membuat dia terjerumus kedalam sebuah rumah yang tak tau siapa
tuanya ada apa yang di harus lakukan di rumah itu yang dia tau tuanya adalah
orang yang dekat denganta yang
mengajarkans erta memberikan baju sesuai dengan dirinya yakni baju agama atau
keyakinan yang mesti menjadi pondasi dasarnya. Tanpa dia harus memilih.
pintu itu akan selalu ada selama orang yang
berbeda melakukan penyatuan antar dua unsur yang berbeda biasa di umpamakan
dengan dua bilangan yang ta sejnis di tambahkan yang sama dengan unsur baru
yang mengandung 2 unsur sebelumnya. dia menyatukan perbedaan dari dua unsur
yang berbeda beradu rasa beradu Cinta hingga menciptakan pintu-pintu itu.
kuncinya terbentu atas dua kalimat tadi sehingga terciptnya pintu itu,
perjalanan di mulai di mana dia muncul berbeda satu sama lain ada yang jajtuh pada
sebuah rumah yang bagus ada yang jatuh pada sebuah rumah yang jelak ada yang pada
manusia yang harmoni ada yang muncul pada hal sebaliknya. Dan kita mulai
belajar mengenai dunia yang baru ini perlahan lahan dengan memahami secara
pelan-pelan yang berdampak pada ingatan kita pada kampung halaman.
Mulai belajar tanda dan bunyi yakni
tanda akan Bahasa yang di latunkan sehingga mengahsilkan sebuah bunyi yang
dapat mengirimkan sebuah rasa yang tak terlihat sehingga dapat membuat dia
menyampaikan rasanya yang akhirnya kan di tanggap oleh penerima rasa. Oleh
sebab itu dia mulai mempelajari rasa moral etika dan sopan santun secara
bertahap mulai dari memahami. Sampai dengan mengangap kita memiliki persamaan
sehingga kita tak boleh berbeda harus sama. Perjalanan waktu dan runag membuat
akal terpaksa aktif untuk memahami ras yang lebih dalam dengan cara belajar membedakan
mana kebenaran , mana baik dan buruk, dan disisi lain dia memiliki wadah yang
melekat di atas kanan pusar. wadah kecil
tapi mampu menampung segalanya mulai dari rasa jujur rasa dengki kesombongan
kekejaman, dan dendam,.wadah ini bergerak sesuka dia dan semau dia tak seperti
akal yang kita miliki bergerak sesuai dengan kehendak kita selanjutnya di part
berikutnya
Komentar
Posting Komentar